ABRAHAM: BAPA ORANG PERCAYA

Thursday, November 26, 2009
“Dengan iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya” (Ibrani 11:8)


Kitab Ibrani 11:8-22 menyatakan 3 hal tentang iman Abraham yang begitu besar kepada Allah: (1) Menurut ketika dipanggil keluar dari Ur dan kemudian Haran (ayat 8); (2) Menurut Allah walau diam ditanah asing dan hanya tinggal di dalam tenda (berkemah); dan (3) Menurut ketika dipanggil untuk mempersembahkan Isak.
Kisah Abraham dimulaikan dengan penurutan--iman yang besar--ketika ia dipanggil keluar dari Haran kesuatu tempat yang belum diketahuinya. Peninggalan arkeologi membuktikan bahwa pada saat itu Ur dan Haran adalah pusat peradaban dunia dan kota-kota yang paling kaya. Abraham hidup dalam keadaan yang sangat berkecukupan dan namun Allah kemudian memanggilnya untuk pergi dari kehidupan yang serba enak tersebut kesuatu tempat yang telah Allah tetapkan namun belum diketahui oleh Abraham. Allah memanggil Abraham keluar dari Ur dan Haran, kota-kota yang kaya namun penuh dengan penyembahan berhala, untuk dipersiapkan menjadi utusan Tuhan dan kemudian menjadi bangsa yang besar (Kejadian 12:1-2).
Iman Abraham ditunjukkan ketika ia harus tinggal dinegeri asing di dalam tenda. Kalau kita pernah keluar negeri, ketempat yang bukan “milik” kita sendiri, entah di negara maju atau terbelakang sekalipun, kita pasti akan mengalami atau minimal merasakan adanya satu atau dua perlakuan sebagai orang asing “yang berbeda.” Di Indonesia sendiri sikap syak wasangka dari satu suku ke suku yang lain tidak dapat disangkal keberadaannya. Namun Abraham rela untuk meninggalkan semuanya, kehidupan dan suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk mengikuti kehendak Tuhan.
Iman Abraham yang besar paling terlihat ketika ia dipanggil untuk mempersembahkan anaknya, Ishak (Kejadian 22). Pilihan yang harus diambilnya adalah memilih untuk mencintai sang Pemberi atau mencintai Pemberian yang diberikan si Pemberi. Kisah kehidupan Abraham dimulaikan ketika ia diperintahkan untuk “pergi” meninggalkan kuburan AYAHNYA di Haran untuk pergi ke tanah yang dijanjikan Allah baginya. Dan kini diakhir kisah kehidupanya (Kejadian 22), Abraham diperintahkan untuk “pergi” dam “menguburkan” ANAKNYA, anak satu-satunya yang telah diberikan Allah kepadanya, untuk dipersembahkan sebagai korban di tanah yang ditentukan Allah.
Baik di awal dan di akhir hidupnya, Abraham menurut!!

PERSAHABATAN DENGAN ALLAH

Saturday, November 14, 2009

“Kamu adalah SahabatKu . . . Aku tidak menyebut kamu lagi hamba . . . Tetapi Aku menyebut kamu Sahabat” (Yohanes 15:14, 15)

Alkitab menggunakan berbagai metafor untuk menggambarkan Allah. Misalnya, Allah sering digambarkan sebagai Suami atau Bapa. Walaupun gambaran tentang Allah tersebut dapat menolong kita untuk memiliki satu gambaran tentang Allah, namun gambaran tersebut bisa saja ditolak oleh mereka yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Bagi isteri yang sering dianiaya oleh suami, gambaran Allah sebagai suami bisa menjadi satu gambaran yang kurang berkenan. Demikian juga halnya dengan gambaran Allah sebagai Bapa, yang mungkin tidak mengenakkan bagi anak-anak yang memiliki persoalan dengan ayah mereka.

Namun kita dapat berbahagia karena Yohanes 15:14-15 menggambarkan Allah sebagai Sahabat yang memberikan persahabatan yang tulus--untuk mengasihi dan dikasihi, untuk mempercayai dan dipercayai.

Persahabatan dengan Allah didasarkan minimal atas dua fakta penting. Fakta pertama, Allah sendiri-lah yang mengambil inisiatif pertama untuk menjadikan kita sebagai sahabatNya. Yesus Kristus dikirim dari Surga agar jalinan hubungan antar Allah dan Manusia yang terputus akibat dosa dapat terjalin kembali. Di saat Ia berada di dunia ini, Yesus sendirilah yang pertama-tama menjalin hubungan persahabatan dengan manusia. Ia berinisiatif untuk bertemu dan bersahabat dengan wanita Samaria seperti yang diceritakan didalam Yohanes 4:1-42. Ia sendirilah yang juga dengan sengaja datang mengunjungi Yerikho agar Ia dapat bertemu dan bersahabat dengan Zakheus (Lukas 19:1-10).

Fakta Kedua, persahabatan sejati dengan Allah memberikan keamanan yang sejati dan pertolongan yang tulus--satu suasana dimana kita mendapatkan ketenangan jiwa yang sesungguhnya. Sebagai sahabat, Allah berkata didalam Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Sebagai sahabat sejati kita, Allah memberikan satu kesempatan dimana kita dapat datang kepadanya untuk membawakan segala pergumulan dan persoalan kita dan mendapatkan ketenangan untuk menghadapi persoalan-persoalan tersebut. Yesus berkata didalam Matius 11:28: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Sebagai sahabat, Allah tidak menjajikan bahwa jalan yang kita lalui akan selalu dan selamanya mulus, namun Ia menjanjikan, di jalan-jalan kehidupan yang bergelombang, Ia pasti dapat memberikan ketenangan dan kekuatan kepada kita untuk melewati gelombang-gelombang kehidupan.


KKR SMABAT - TAAS

Saturday, October 17, 2009
Gereja Masehi Advent Jemaat SMA Klabat bekerja sama dengan GMAHK Jemaat Taas akan mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani dengan tajuk “Hope in the Crisis” Harapan di tengah Krisis. KKR ini akan berlangsung pada tanggal 25 – 31 Oktober 2009 bertempat di Bangsal KKR Kelurahan Taas Manado.

Pdt. Pierson Doringin S.Ag akan menjadi pembicara dalam KKR ini yang akan menjadi Pembicara yang membahas judul-judul: Pengharapan Melalui FirmanNya, Pengharapan Melalui Tanda-tanda KedatanganNya, Pengharapan Melalui Menu RancanganNya, Pengharapan Melalui Peraturan-peraturanNya, Pengharapan Melalui Hari PerbaktianNya, Pengharapan Melalui Kelahiran Kembali, dan Pengharapan Untuk Kehidupan Kekal. Bagi kita semua yang tinggal di Manado dan sekitarnya, di harapkan dapat berpartisipasi dalam KKR ini.

Retreat PA Jemaat Winangun

Sunday, September 27, 2009

Pemuda Advent Jemaat Winangun Manado, mengadakan Retreat bertempat di Lembah Doa Tinoor. Ketua PA Winangun, Edwin Tenda mengatakan bahwa acara seperti ini sudah menjadi program tahunan dari PA Winangun dan Acara tersebut dilaksakan dengan maksud agar para Pemuda dan Remaja dapat kembali merenungkan akan kasih penyertaan Tuhan sehingga ketika kembali berkatifitas, maka nilai-nilai rohani dapat di lakukan. Tema yang di usung adalah “Who am I” yang didasarkan pada Fil. 3 : 4b – 14.
Hari sabat tanggal 26 september 2009 menjadi puncak dari acara ini. Pada acara sekolah sabat para peserta mendikusikan tentang “mengembangkan Persahabatan dengan Allah” yang pada intinya terdiri dari 4 bagian besar yakni : Jujur dalam persahabatan, sukarela dalam persahabatan, menghargai apa yang Allah hargai dan merindkan persahabatan dengan Allah lebih dari apapun. Diskusi berlangsung seru yang di pimpin oleh Inggrid lumentah.
Ketua PA kota Manado & Sekitarnya, Harold Heydemans melayani dalam acara khotbah dengan mengambil judul : “Orang Fasik”. Turut hadir juga Ketua Wilayah Manado Tengah, Yooke Mambu dan koordinator Staff Khusus PAKMS, Anto Surachman.
Puluhan anak muda yang ikut dalam acara ini juga mendapat suport dari para tua-tua jemaat yang turut serta dalam retret ini.


Tuesday, September 15, 2009


Ikuti, Campore Pathfinder dan Master Guide se Daerah Konferens Minut-Malut dengan tema "Called To Shine" yang akan di laksanakan pada tanggal 23-27 September 2009. pastikan Jemaat anda turut serta dalam acara ini..

Kegiatan Koor PA kota Manado pada Awal September

Wednesday, September 9, 2009
Koor Pemuda Advent Kota Manado turut menyukseskan rangkaian KKR dengan tema "Kebenaran saat ini, Pengharapan hari esok" yang di laksanakan oleh "share Him Team". KKR yang berlangsung di 13 titik di Kota Manado, Minut dan Bitung ini menampilkan pembicara-pembicara yang berasal dari USA, Cekoslovakia, dan negara-negara Eropa lain.



Koor PA Kota Manado, membawakan lagu-lagu pujian pada beberapa titik KKR ini, seperti di Jemaat Teling, Maasing, Ranotana, Dll.



seperti pada hari selasa tanggal 8 oktober 2009, Koor PA Manado melayani lewat lagu-lagu pujian di jemaat Maasing. dengan pembicara Sdr. Daniel dari Cekoslovakia.

semoga dengan KKR ini banyak jiwa yang dapat datang kepada Yesus.

Jangan Takut

Saturday, July 11, 2009
Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita.

Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.

Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, - II Timotius 1:7

Kisah Baut Kecil

Friday, July 3, 2009

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; - Filipi 2:3

Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"

Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga

Post by : elvira takasanakeng

Tunjukan rasa hormat pada siapapun yang memegang otoritas

Wednesday, July 1, 2009
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Lukas 6 : 31

Ketika sedang mengemudi melintasi jalan di pedesaan, seorang pria berpapasan dengan sebuah jembatan yang sangat sempit. Di muka jembatan itu terpasang sebuah papan pengumuman. Papan itu berbunyi, “beri jalan.” Karena tidak melihat ada mobil yang menuju ke arahnya ia melanjutkan perjalanan menyebrangi jembatan dan menuju ke tempat tujuannya. Pada perjalanan pulang menempuh rute yang sama, ia berpapasan dengan Jembatan satu arah yang sama, kali ini dari arah yang berlawanan. Anehnya, ia melihat papan tanda “beri jalan” lain di sana.

Dengan penasaran ia berpikir, aku yakin ada papan tanda yang dipasang di sisi yang lain. Benar saja, ketika ia tiba di sisi lain jembatan dan menoleh ke belakang, ia melihat papan tanda beri jalan di pasang pada kedua sisi jembatan, jelas dimaksudkan agar para pengemudi dari kedua arah diminta untuk saling memberi jalan. Ini adalah cara yang masuk akal dan aman untuk mencegah tubrukan.

Jika anda mendapati diri anda berada dalam situasi pertentangan dengan seseorang yang memiliki otoritas lebih besar dari anda-atau ortoritas yang sama pada situasi tertentu- lebih bijaksana untuk mengalah pada mereka. Jika mereka benar-benar memiliki otoritas yang lebih besar, tidak adanya sikap tunduk akan menempatkan anda pada posisi sebagai terhukum atau menerima teguran. Jika anda memiliki otoritas yang sama besarnya, unjuk kekuasaan hanya akan menimbulkan kebencian dalam diri orang yang sebenarnya lebih baik di anggap sebagai kawan.

UMAT PILIHAN

Tuesday, June 30, 2009

Ayat Tema : I Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib


Asal-mula adanya Bangsa Pilihan.
1Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “ Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan padamu;2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”(Kejadian 12 : 1-3).
“Maka sisa-sisa Yakub akan ada diantara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun daripada Tuhan seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia”(Mika 5 : 6).

Melalui keturunan Abraham Allah berencana mengangkat suatu bangsa/umat yang akan disebut sebagai Umat Pilihan / Bangsa Pilihan. Bangsa itu direncanakan akan berdiam di sebuah tempat (Kanaan) yang posisinya berada di tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia.

Apa maksud Tuhan mengangkat suatu Umat Pilihan?
“Dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikanNya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikanNya”(Ulangan 26 : 19).

1Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “ Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan padamu;2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”(Kejadian 12 : 1-3).

“Melalui bangsa Yahudi, Allah bermaksud memberikan berkat-berkat yang limpah kepada semua bangsa. Melalui bangsa Israel jalan harus disediakan untuk memancarkan terangNya ke seluruh dunia”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 205 : 4).

Maksud Tuhan mengangkat suatu bangsa yang diberiNya kehormatan, kemasyuran dan berkat adalah agar melalui bangsa ini bangsa-bangsa lain akan mengenal Tuhan. Jadi melalui bangsa Israel, bangsa lain akan mendapat berkatkeselamatan.

Apakah alasan utama sehingga bangsa Israel di sebut Bangsa Pilihan?
“Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan Firman Allah”(Roma 3 : 1, 2).

Alasan utama bangsa Yahudi disebut Umat Pilihan adalah, bukan karena mereka memiliki banyak kelebihan badani, kemasyuran, pengalaman ajaib sebagai bangsa, atau banyaknya berkat yang diterima dari Allah, melainkan karena kepada mereka dipercayakan Firman Allah. Sebuah bangsa, kelompok atau gereja jika dipercayakan Firman Allah oleh Tuhan untuk disampaikan kepada orang lain akan disebut sebagai Umat Pilihan.

Mengabarkan Firman Allah seperti sedang menyebarkan kematian dan kehidupan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kita disebut sebagai umat pilihan karena kepada kitalah dipercayakan Firman Allah. Rasul Paulus mengibaratkan mereka yang memberitakan Firman Allah kepada orang lain seperti sedang menyebarka keharuman.

14 Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia kemana-mana.15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tangah-tengah mereka yang di selamatkan dan di antara mereka yang binasa.16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapa yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari Firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud yang murni atas perintah Allah dan di hadapanNya”(2 Korintus 2 : 14-17).

Kita yang memberitakan injil kemana-mana sesungguhnya sedang menebarkan bau kehidupan sekaligus bau kematian kepada setiap orang. Orang yang menerima pekabaran kita lalu mengambil keputusan menerima Yesus sebagai juruselamat tentunya akan diselamatkan. Pada kasus seperti ini kita diibaratkan sebagai penyebar bau kehidupan, karena oleh pekabaran kita orang-orang tersebut diselamatkan. Bila orang yang mendengarkan pekabaran kita menolak berarti mereka telah menolak keselamatan, orang-orang tersebut pada akhirnya akan binasa. Dikasus ini kita diibaratkan sebagai penyebar bau kematian. Jadi dimana kita mengabarkan injil, disitu kita memaksa orang membuat pilihan, mau hidup kekal atau mati selama-lamanya. Yang menerima pasti hidup sedangkan yang menolak pasti mati Jadi betapa besarnya tanggung jawab kita.

Sejarah dan catatan kitab suci menunjukan bahwa Bangsa Israel / Yahudi gagal menjadi bangsa Pilihan. Ada dua sebab utama mengapa mereka gagal, yaitu:

“ 11Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. 12 tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya”(Yohanes 1 : 11, 12).

1. Karena bangsa Israel menolak Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah.
“Sebab itu , Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”(Matius 21 : 43).

2. Karena bangsa Israel tidak menghasilkan “buah”.
Jadi dalam hal penolakan kepada Yesus, dan kehidupan yang tidak menghasilkan “buah”, bangsa Israel kehilangan status umat Tuhan mereka.. Kitab perjanjian Baru menyatakan bahwa status Umat Pilihan tersebut pada akhirnya dialihkan kepada orang-orang Kristen (lihat 1 Petrus 2 : 9). Itu sebabnya orang Kristen disebut bangsa Israel Rohani.

Dua ayat diatas juga mengandung arti bahwa untuk menjadi umat pilihan seseorang harus: percaya / menerima Yesus, dan menghasilkan “buah Kerajaan Allah”. Sebaliknya ditolak atau gagal mendapatkan status tersebut jikalau tidak melakukan dua syarat ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:

Apakah yang dimaksudkan dengan “buah Kerajaan Allah”?

“22 Tetapi buah Roh ialah: kasih , sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 Kelema-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”(Galatia 5 : 22, 23).

“Inilah buah yang Allah inginkan bagi umatNya. Dalam kemurnian tabiatnya, dalam kesucian hidupnya, dalam pengasihannya serta kasih sayang, mereka harus menunjukkan bahwa”Taurat Tuhan itu sempurna dan menyegarkan jiwa”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal 205 : 3).

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus mengenai “pohon ara yang tidak berbuah” (Lukas 13 : 6-9)dan “pokok anggur yang benar” (Yohanes 15 : 1-8), disebutkan bahwa pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dibakar. Ini berarti bahwa umat Allah yang tidak berbuah, atau tidak menghidupkan buah-buah Roh akan dibuang/dikeluarkan dari statusnya sebagai umat Tuhan. Tentunya ini juga berarti bahwa orang tersebut tidak selamat.

Dalam kondisi bagaimanakah seseorang yang mengaku umat Tuhan itu sesungguhnya sudah ditebang atau sudah dikeluarkan oleh Allah dari statusnya sebagai Umat Pilihan?

“Hati yang tidak menyambut kepada pekerjaan Ilahi menjadi keras sampai tidak bisa lagi terpengaruh oleh Roh Kudus. Maka pada saat itulah kata-kata diucapkan, “ Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma?”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 154 : 3).

Mengapa dimasa lalu bangsa Yahudi gagal menghasilkan buah?

Salah satu penyebabnya adalah:
“Bangsa Yahudi mendambakan ide bahwa mereka adalah kesayangan sorga dan bahwa mereka selalu harus ditinggikan sebagai sidang Allah”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 212 : 2).
Pendapat bahwa kita adalah kesayangan sorga (misalanya sebagai orang Advent), sehingga tidak peduli apakah kita bertumbuh atau tidak dalam kerohanian adalah ide yang sangat berbahaya. Salah satu kegagalan orang Yahudi dimasa lalu adalah selalu berpikiran demikian.

Apa amaran kepada orang yang berpikiran demikian?
“20Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, ia juga tidak akan menyayangkan kamu” (Roma 11 : 20b, 21).
Ayat ini mengandung arti; sedangkan orang Yahudi, cabang yang asli, Tuhan buangkan karena tidak berbuah apalagi kita yang hanya merupakan cabang cangkokan.

sumber : kumpulan khotbah dan renungan Osbert Miojo, SPd