Jangan Takut

Saturday, July 11, 2009
Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita.

Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.

Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, - II Timotius 1:7

Kisah Baut Kecil

Friday, July 3, 2009

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; - Filipi 2:3

Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"

Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga

Post by : elvira takasanakeng

Tunjukan rasa hormat pada siapapun yang memegang otoritas

Wednesday, July 1, 2009
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Lukas 6 : 31

Ketika sedang mengemudi melintasi jalan di pedesaan, seorang pria berpapasan dengan sebuah jembatan yang sangat sempit. Di muka jembatan itu terpasang sebuah papan pengumuman. Papan itu berbunyi, “beri jalan.” Karena tidak melihat ada mobil yang menuju ke arahnya ia melanjutkan perjalanan menyebrangi jembatan dan menuju ke tempat tujuannya. Pada perjalanan pulang menempuh rute yang sama, ia berpapasan dengan Jembatan satu arah yang sama, kali ini dari arah yang berlawanan. Anehnya, ia melihat papan tanda “beri jalan” lain di sana.

Dengan penasaran ia berpikir, aku yakin ada papan tanda yang dipasang di sisi yang lain. Benar saja, ketika ia tiba di sisi lain jembatan dan menoleh ke belakang, ia melihat papan tanda beri jalan di pasang pada kedua sisi jembatan, jelas dimaksudkan agar para pengemudi dari kedua arah diminta untuk saling memberi jalan. Ini adalah cara yang masuk akal dan aman untuk mencegah tubrukan.

Jika anda mendapati diri anda berada dalam situasi pertentangan dengan seseorang yang memiliki otoritas lebih besar dari anda-atau ortoritas yang sama pada situasi tertentu- lebih bijaksana untuk mengalah pada mereka. Jika mereka benar-benar memiliki otoritas yang lebih besar, tidak adanya sikap tunduk akan menempatkan anda pada posisi sebagai terhukum atau menerima teguran. Jika anda memiliki otoritas yang sama besarnya, unjuk kekuasaan hanya akan menimbulkan kebencian dalam diri orang yang sebenarnya lebih baik di anggap sebagai kawan.

UMAT PILIHAN

Tuesday, June 30, 2009

Ayat Tema : I Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib


Asal-mula adanya Bangsa Pilihan.
1Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “ Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan padamu;2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”(Kejadian 12 : 1-3).
“Maka sisa-sisa Yakub akan ada diantara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun daripada Tuhan seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia”(Mika 5 : 6).

Melalui keturunan Abraham Allah berencana mengangkat suatu bangsa/umat yang akan disebut sebagai Umat Pilihan / Bangsa Pilihan. Bangsa itu direncanakan akan berdiam di sebuah tempat (Kanaan) yang posisinya berada di tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia.

Apa maksud Tuhan mengangkat suatu Umat Pilihan?
“Dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikanNya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikanNya”(Ulangan 26 : 19).

1Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “ Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan padamu;2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”(Kejadian 12 : 1-3).

“Melalui bangsa Yahudi, Allah bermaksud memberikan berkat-berkat yang limpah kepada semua bangsa. Melalui bangsa Israel jalan harus disediakan untuk memancarkan terangNya ke seluruh dunia”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 205 : 4).

Maksud Tuhan mengangkat suatu bangsa yang diberiNya kehormatan, kemasyuran dan berkat adalah agar melalui bangsa ini bangsa-bangsa lain akan mengenal Tuhan. Jadi melalui bangsa Israel, bangsa lain akan mendapat berkatkeselamatan.

Apakah alasan utama sehingga bangsa Israel di sebut Bangsa Pilihan?
“Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan Firman Allah”(Roma 3 : 1, 2).

Alasan utama bangsa Yahudi disebut Umat Pilihan adalah, bukan karena mereka memiliki banyak kelebihan badani, kemasyuran, pengalaman ajaib sebagai bangsa, atau banyaknya berkat yang diterima dari Allah, melainkan karena kepada mereka dipercayakan Firman Allah. Sebuah bangsa, kelompok atau gereja jika dipercayakan Firman Allah oleh Tuhan untuk disampaikan kepada orang lain akan disebut sebagai Umat Pilihan.

Mengabarkan Firman Allah seperti sedang menyebarkan kematian dan kehidupan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kita disebut sebagai umat pilihan karena kepada kitalah dipercayakan Firman Allah. Rasul Paulus mengibaratkan mereka yang memberitakan Firman Allah kepada orang lain seperti sedang menyebarka keharuman.

14 Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia kemana-mana.15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tangah-tengah mereka yang di selamatkan dan di antara mereka yang binasa.16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapa yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari Firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud yang murni atas perintah Allah dan di hadapanNya”(2 Korintus 2 : 14-17).

Kita yang memberitakan injil kemana-mana sesungguhnya sedang menebarkan bau kehidupan sekaligus bau kematian kepada setiap orang. Orang yang menerima pekabaran kita lalu mengambil keputusan menerima Yesus sebagai juruselamat tentunya akan diselamatkan. Pada kasus seperti ini kita diibaratkan sebagai penyebar bau kehidupan, karena oleh pekabaran kita orang-orang tersebut diselamatkan. Bila orang yang mendengarkan pekabaran kita menolak berarti mereka telah menolak keselamatan, orang-orang tersebut pada akhirnya akan binasa. Dikasus ini kita diibaratkan sebagai penyebar bau kematian. Jadi dimana kita mengabarkan injil, disitu kita memaksa orang membuat pilihan, mau hidup kekal atau mati selama-lamanya. Yang menerima pasti hidup sedangkan yang menolak pasti mati Jadi betapa besarnya tanggung jawab kita.

Sejarah dan catatan kitab suci menunjukan bahwa Bangsa Israel / Yahudi gagal menjadi bangsa Pilihan. Ada dua sebab utama mengapa mereka gagal, yaitu:

“ 11Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. 12 tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya”(Yohanes 1 : 11, 12).

1. Karena bangsa Israel menolak Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah.
“Sebab itu , Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”(Matius 21 : 43).

2. Karena bangsa Israel tidak menghasilkan “buah”.
Jadi dalam hal penolakan kepada Yesus, dan kehidupan yang tidak menghasilkan “buah”, bangsa Israel kehilangan status umat Tuhan mereka.. Kitab perjanjian Baru menyatakan bahwa status Umat Pilihan tersebut pada akhirnya dialihkan kepada orang-orang Kristen (lihat 1 Petrus 2 : 9). Itu sebabnya orang Kristen disebut bangsa Israel Rohani.

Dua ayat diatas juga mengandung arti bahwa untuk menjadi umat pilihan seseorang harus: percaya / menerima Yesus, dan menghasilkan “buah Kerajaan Allah”. Sebaliknya ditolak atau gagal mendapatkan status tersebut jikalau tidak melakukan dua syarat ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:

Apakah yang dimaksudkan dengan “buah Kerajaan Allah”?

“22 Tetapi buah Roh ialah: kasih , sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 Kelema-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”(Galatia 5 : 22, 23).

“Inilah buah yang Allah inginkan bagi umatNya. Dalam kemurnian tabiatnya, dalam kesucian hidupnya, dalam pengasihannya serta kasih sayang, mereka harus menunjukkan bahwa”Taurat Tuhan itu sempurna dan menyegarkan jiwa”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal 205 : 3).

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus mengenai “pohon ara yang tidak berbuah” (Lukas 13 : 6-9)dan “pokok anggur yang benar” (Yohanes 15 : 1-8), disebutkan bahwa pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dibakar. Ini berarti bahwa umat Allah yang tidak berbuah, atau tidak menghidupkan buah-buah Roh akan dibuang/dikeluarkan dari statusnya sebagai umat Tuhan. Tentunya ini juga berarti bahwa orang tersebut tidak selamat.

Dalam kondisi bagaimanakah seseorang yang mengaku umat Tuhan itu sesungguhnya sudah ditebang atau sudah dikeluarkan oleh Allah dari statusnya sebagai Umat Pilihan?

“Hati yang tidak menyambut kepada pekerjaan Ilahi menjadi keras sampai tidak bisa lagi terpengaruh oleh Roh Kudus. Maka pada saat itulah kata-kata diucapkan, “ Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma?”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 154 : 3).

Mengapa dimasa lalu bangsa Yahudi gagal menghasilkan buah?

Salah satu penyebabnya adalah:
“Bangsa Yahudi mendambakan ide bahwa mereka adalah kesayangan sorga dan bahwa mereka selalu harus ditinggikan sebagai sidang Allah”(Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus, hal. 212 : 2).
Pendapat bahwa kita adalah kesayangan sorga (misalanya sebagai orang Advent), sehingga tidak peduli apakah kita bertumbuh atau tidak dalam kerohanian adalah ide yang sangat berbahaya. Salah satu kegagalan orang Yahudi dimasa lalu adalah selalu berpikiran demikian.

Apa amaran kepada orang yang berpikiran demikian?
“20Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, ia juga tidak akan menyayangkan kamu” (Roma 11 : 20b, 21).
Ayat ini mengandung arti; sedangkan orang Yahudi, cabang yang asli, Tuhan buangkan karena tidak berbuah apalagi kita yang hanya merupakan cabang cangkokan.

sumber : kumpulan khotbah dan renungan Osbert Miojo, SPd

KKR Tikala Baru Patfinder Club

Di undang Kepada :

1. Seluruh Pemuda di Kota Manado.
2. Seluruh Master Guide (yang aktif dan tidak)
3. Seluruh staff MPKK DKMU

Untuk menghadiri KKR dengan Tema: "FOR JESUS LOVES ME" yang dilaksanakan oleh Tikala Baru Pathfinder Club, Tanggal 28 Juni s/d 04 Juli 2009 di gedung gereja ADVENT Tikala Baru.

Perkemahan PA Minut-Malut Berakhir

Sunday, June 28, 2009
Perkemahan Pemuda dan Remaja Se konfrens Minut-Malut, resmi di tutup hari ini. Perkemahan yang mengambil tempat di kompleks Manado Beach Hotel ini mengambil tema “shining” yang berlangsung dari tanggal 24 – 28 Juni 2009. Upacara Pembukaan pada hari rabu tanggal 24 Juni di pimpin oleh Pdt. H. Lumingkewas, Ketua GMAHK Konfrens Minut-Malut yang meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Provinsi Maluku Utara.
Walaupun cuaca sering hujan di lokasi perkemahan, tidak menurunkan antusias peserta mengikuti rangkaian acara berupa Seminar dari Pdt. Yabut (Dir. PA. Devisi Asia Pasifik Selatan) dan Pdt. N. Kaumpungan (Dir. PA. Uni Indonesia Kawasan Timur) terlebih games-games bertema orang muda. Peserta di bagi berdasarkan warna (masing-masing peserta di beri selembar kain dengan berbagai warna) dan macam-macam games menarik di mainkan.
Kesan yang tidak terlupakan juga pada saat lagu-lagu energizer di nyanyikan, terutama saat lagu “kudaki-daki” di nyanyikan peserta. Sepertinya mereka tidak mau berhenti bernyanyi sambil bergaya dengan antusias, dan terus menerus mengulagi bagian reff dari lagu ini: “di kanan KAU ada, di Kiri KAU ada, .... s’bab Yesus besertaku”
Pdt. H. Waworuntu (Dir. PA Daerah) dan Ketua Panitia Perkemahan Pdt. Ronny Neman mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan seperti akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan kerohanian dari Pemuda dan Remaja Advent.
Pada kebaktian sabat, begitu banyak yang datang dan ikut beribadah bersama-sama dengan peserta perkemahan. Pada acara sore, keluarga Rondonuwu dari UNKLAB membawakan seminar orang muda yang sangat menarik dan berguna bagi orang-orang muda juga bagi para PA kehormatan (orang-orang tua). Acara rekreasi di laksanakan pada malam minggu dan pada hari minggu pagi terlihat peserta mandi pantai bersama dengan penuh keakraban.
Secara umum Perkemahan ini berjalan baik, walau di akui banyak kekurangan yang terjadi. God Bless Adventist Youth.

Elvira Takasanekeng & Melissa Mawa menjadi Utusan PAKMS dalam LKP

Thursday, June 25, 2009

Forum Pemuda Lintas Gereja (FPLG) Sulut yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. Sulut mengadakan Latihan Kepemimpinan Pemuda (LKP) yang di mulai pada hari ini tanggal 25 Juni sampai 27 Juni 2009. Bertempat di Pondok Emaus Tateli, 40 orang utusan Pemuda dari berbagai denominasi Gereja mengikuti pelatihan ini.

Pemuda Advent Kota Manado dan Sekitarnya, juga turut mengirimkan utusan yakni Elvira Takasanakeng (Maasing) dan Melisa Mawa (Tikala). Mereka berdua adalah kader-kader PAKMS yang potensial sebagai pimpinan-pimpinan Pemuda di masa depan.

Acara pembukaan berlangsung lancar yang di buka oleh Gubernur Sulawesi Utara yang di wakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut Drs. R. H. Mewoh, DEA. Dalam sambutan tertulisnya Gubernur berharap agar kepemimpinan Pemuda dapat lebih di tingkatkan kualitasnya agar menjadi pemimpin-pemimpin yang kuat di masa kini dan masa depan.

Ketua Panitia Janny J. Kopalit dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta sebagai calon pemimpin dimasa mendatang, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang peran dan fungsi sebagai seorang calon pemimpin, dan meningkatkan kemampuan mempengaruhi dan menggerakan orang lain, sehingga mau dan rela untuk secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berkarya dalam mengisi pembangunan untuk memajukan bangsa.

Kepanitian dalam acara ini adalah panitia bersama FPLG dan Diaspora Sulut. Mewakili FPLG dalam kepanitiaan adalah Janny Kopalit (Ketua Pemuda Katolik Manado), Loudy Saerang (Pimpinan Pemuda GMIM Kristus), Harold Heydemans (Ketua Pemuda Advent Manado), dan Donny Sarionsong (Tokoh Pemuda GPdI).

Hadir dalam acara pembukaan mewakili Pemuda Advent Kota Manado & Sekitarnya : Harold Heydemans (Ketua Umum), Youke Mambu (Ketua Tengah), Ronny Manampiring (Ketua Barat), dan Jimmy Simarmata (Koord. Litbang).


General Conference Adventist Youth Leader Profile

Wednesday, June 24, 2009
World Youth Director
Baraka G. Muganda
mugandab@gc.adventist.org
Baraka Muganda

"I love the youth of this church and have a burden to see all of them saved in God's Kingdom. My favorite Bible verse is in 2nd Corinthians 4:16, 'Therefore we do not lose heart. Though outwardly we are wasting away, yet inwardly we are being renewed day by day.'" He has held several evangelistic campaigns and has been instrumental in bringing many people, especially youth, to Christ.

A native of Tanzania he graduated from Solusi College, Zimbabwe, Africa, with a BA in Theology in 1973. He then served the church as an Assistant Union Evangelist, a Field Director for Youth, Education, Sabbath School, and Communication departments. He was later elected to the Tanzania Union where he served as the director for the Youth, Education, and Communication departments. In 1978 he went to Andrews University and received a Masters in Religion in 1980 and a Doctorate in Education in 1983. He then served the Lord in the Eastern Africa Division as Youth Director and Ministerial Secretary from 1985 to 1995.

Dr. Muganda is married to Anne Martin Muganda. They are the happy parents of three adult daughters: Diana, Tanya, and Anita.



Associate Youth Director
Hiskia Missah

missahh@gc.adventist.org

Hiskia MissahHiskia Israil Missah is an Associate Youth Director of the General Conference of SDA. Before joining the World Headquarters in Maryland in June 2006, he served as Senior pastor of the Indonesian American SDA Church in Azusa, California, for seven months. Prior to that, he served as the Youth and PARL Director of Southern Asia Pacific Division located in Manila, Philippines for ten years.

During his over 30 years of service to the church, he served at different positions and responsibilities, including as the Youth Director of the West Indonesia Union Mission, President of East Java Conference, Chaplain of Bandung Adventist Hospital and Jakarta English Language School, and as a youth pastor in Jakarta.

An Evangelist and speaker of Nationa Television Broadcasting in Indonesia for many years, he received his Masteral degree from Adventist International Institute of Advanced Studies (AIIAS), and his Doctor of Ministry from Philippine Christian University Union Theological Seminary. He treats young people as his friends and buddies, and desires to see all of them enter the Heavenly Kingdom.

A native of Indonesia, Dr. Missah is married to Dr. Ellen Sudjiman Missah who is currently serving as the Administrative Assistant to the General Conference Vice Presidents: Elder Gerry Karst and Dr. Pardon Mwansa. They have four beautiful daughters: Laura, Edith, Sheryl, and Ellen, and three grandchildren: Rachel, Hiskia, and Matthew.


Associate Youth Director
Jonatan Tejel

tejelj@gc.adventist.orgJonatan Tejel

Jonatán Tejel Subirada is the 7th Pathfinder Director of the General Conference of Seventh-day Adventist Church. The son of a pastor, Andrés and Josefina Tejel, Jonatan is used to changes. As is common for many PKs (pastor kid), the family frequently moved until they settled in Madrid, Spain, where he spent his adolescent years.

He was baptized by his father, Pastor Andrés Tejel, on December 26, 1981. In 1990 he began his studies in Theology at Sagunto Adventist College. He attended that institution for the first three years, and then moved on to Collonges (France) where he completed his degree in Theology in 1995.

In 1992 he obtained an Official Certificate as Free Time Activity Coordinator, a title that is only granted by the Department of Education of the Spanish Government.

He is married to the former Daniela Sciarabba. They are the parents of two daughters; Astrid, born in 1999 and Édera, born in 2001.

Jonatán Tejel has over twelve years experience as a youth ministries director, speaks four languages (Spanish, Italian, English and French), and was the creator and the editor of Conexión, a youth ministries magazine for the Adventist Church in Spain.

Jonatán enjoys sports like football, rock climbing, scuba diving and likes working with computers and doing puzzles.

One of his favorite Bible verses is Isaiah 40:30-31. Even youths grow tired and weary, and young men stumble and fall; but those who hope in the LORD will renew their strength. They will soar on wings like eagles; they will run and not grow weary, they will walk and not be faint.

Perkemahan PA Minut-Malut 2009


Ikuti : Perkemahan Pemuda & Remaja Se Konfrens Minut-Malut, dengan Tema "Shining" yang akan dilaksanakan mulai tanggal 24 sampai 28 Juni 2009 bertempat di kompleks Manado Beach Hotel. pada perkemahan ini Direktur PA Devisi, Pdt. J. Yabut akan menjadi pembicara inti.
Ajak Semua Anggota PA untuk turut serta..
God Bless Adventist Youth...

Titipan PA Taman Harapan Jakarta

Tuesday, June 23, 2009

Dapatkan segera...

CD perdana Koor PA Taman Harapan (PATH) - "Make Us One" (isi 9 lagu)

Hanya dengan Rp. 50.000,-/pc* (include delivery)

Dengan membeli, saudara telah membantu Project kemanusiaan yang akan diadakan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.

Seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk Project Samosir (KKR, Charity Clinic, Bakti Sosial, Children Ministry, Week of Prayer, Seminar Kesehatan) yang akan dilaksanakan pada tanggal 18-27 September 2009.

Lakukan pembelian dengan 2 langkah mudah yaitu:
1. Sms/telp. ke nomor +62-81347056456 (Agus)
atau e-mail ke: agusheydemans@yahoo.com
dengan mencantumkan:
- Nama lengkap
- Alamat lengkap
- Nomor telp.
- Jumlah CD yg dipesan.
2. Transfer jumlah pembayaran saudara ke: rekening Mandiri 1490004476224 a/n. Agus Heydemans

Kami akan kirimkan ke alamat saudara, setelah pembayaran kami terima di rekening.

Ayooo... langsung sms/e-mail sekarang, sebelum kehabisan... karena persediaan terbatas...

Rgds,
Agus Heydemans